BARRU,SUARABANGSAINDONESIA–– Di bawah langit senja Dusun Siawung, Minggu (08/03/2026), sebuah tenda megah berdiri bukan sekadar untuk kemewahan, melainkan sebagai payung persaudaraan. Di sana, Anggota DPRD Kabupaten Barru dari Fraksi Golkar, H. Herman Jaya, S.Psi., membuka lebar pintu rumahnya untuk menjemput keberkahan Ramadhan melalui silaturahmi yang menyentuh hati.
Bukan sekadar seremonial politik, acara buka puasa bersama yang digelar legislator Dapil I Barru ini menjadi panggung kemanusiaan di mana sekat-sekat jabatan seolah luruh.
Pemandangan langka terlihat saat Ketua DPRD Kabupaten Barru beserta seluruh anggota DPRD se-Kabupaten Barru duduk berdampingan dengan warga desa, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu rumah tangga. Tidak ada jarak. Di atas meja makan yang sama, mereka berbagi tawa dan doa, menunggu beduk maghrib yang menyatukan rasa lapar dan syukur.
Kehadiran para istri anggota dewan yang turut berbaur dengan kaum perempuan Desa Siawung menambah suasana hangat layaknya sebuah keluarga besar yang sedang merayakan kepulangan saudara.
Bagi H. Herman Jaya, momen ini adalah titik balik untuk melihat kembali wajah-wajah yang ia wakili di parlemen. Dengan nada suara yang penuh haru, ia menyampaikan betapa kehadiran masyarakat jauh lebih berharga daripada kemegahan acara itu sendiri.
”Ini bukan soal jamuan makanannya, tapi soal kehadiran bapak dan ibu sekalian. Bisa melihat teman-teman sejawat dan warga Siawung berkumpul dalam satu wadah adalah kebanggaan dan kebahagiaan yang tak ternilai bagi keluarga besar kami,” tutur H. Herman Jaya dengan tulus.
Kehadiran rekan-rekan wartawan dan aktivis LSM juga memberikan warna tersendiri. Mereka yang biasanya berhadapan dalam urusan kontrol sosial, sore itu justru larut dalam suasana kekeluargaan. Ramadhan benar-benar menjadi “wadah” yang menyatukan hampir semua lini masyarakat Barru.
Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa di balik hiruk-pikuk politik, masih ada ruang-ruang spiritual di mana pemimpin dan rakyat bisa duduk “sama rendah” untuk merawat persaudaraan yang begitu erat.
Alhamdulillah, di bawah tenda megah kediaman H. Herman Jaya, sebuah pesan tersampaikan dengan indah: bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin adalah ketika ia mampu merangkul rakyatnya dalam ketulusan, menciptakan harmoni yang tak lekang oleh waktu.





