BOGOR,—Pemerintah Kabupaten Barru, di bawah kepemimpinan Bupati A. Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam pembangunan budaya bersih dan kepedulian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan Gerakan Cinta Barru, sebagai respons langsung terhadap arahan Presiden Republik Indonesia mengenai penanganan sampah dan keberlanjutan pariwisata nasional.
Kebijakan ini sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, awal pekan ini. Presiden menyatakan bahwa perkembangan pariwisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat sangat bergantung pada kebersihan lingkungan.
“Pariwisata dan kualitas hidup tidak akan pernah optimal jika kota dan desa kita masih dipenuhi sampah. Data menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara kita naik, tetapi kondisi itu bisa berbalik jika kita lengah. Indonesia memang indah, tetapi apakah wisatawan mau datang jika yang mereka lihat adalah tumpukan sampah?” tegas Presiden Prabowo.
Arahan tersebut sangat relevan mengingat Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan, atau tumbuh 10,80 persen. Pencapaian ini dianggap rentan terhadap penurunan jika isu kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak menjadi prioritas utama.
Sebagai bentuk tindak lanjut yang konkret, Pemerintah Kabupaten Barru secara konsisten mengimplementasikan Gerakan Cinta Barru. Program andalannya adalah “Rabu Bersih”, sebuah inisiatif mingguan yang menggalang partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Gerakan ini dirancang bukan sebagai aktivitas seremonial semata, melainkan sebagai gerakan budaya berkelanjutan, dan Target kami adalah membangun kesadaran kolektif dan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan di Kabupaten Barru.” Ujar Bupati.
Aksi Rabu Bersih melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Barru, pelajar dari berbagai tingkatan pendidikan, kelompok komunitas, serta masyarakat umum. Kegiatan ini berfokus pada pembersihan lingkungan publik, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan penghijauan.
Pemkab Barru berharap bahwa konsistensi gerakan ini tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan asri, tetapi juga memperkuat fondasi pariwisata daerah yang berkelanjutan. Destinasi wisata di Barru, seperti pantai dan objek budaya, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih berkualitas kepada pengunjung.
“Kami yakin bahwa kebersihan adalah pintu gerbang pertama menuju pariwisata yang unggul dan masyarakat yang sejahtera. Gerakan Cinta Barru adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak cucu kita,” pungkas Bupati A. Ina Kartika, (2/2/26).
Dengan langkah ini, Kabupaten Barru menempatkan diri sebagai contoh implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah, menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan dimulai dari aksi nyata dan kolaborasi seluruh pihak.(*)




