PANGKEP,– Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menunjukkan taringnya sebagai lumbung perikanan di Sulawesi Selatan. Bertempat di RK Manjelling, Kelurahan Bone, Kecamatan Segeri, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Bersama Merah Putih sukses menggelar panen perdana budidaya ikan nila pada Jumat (10/04/2026).
Kegiatan panen perdana ini dihadiri langsung Bupati Pangkep DR. H. Yusran Lalogau, S.PI., M.Si., CSE., Kapolsek Pangkep, Kepala Dinas Perikanan Pangkep, Bhabinsa Segeri, Camat Segeri, Lurah Segeri, Tokoh masyarakat serta para tamu undangan yang sempat hadir.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi ekonomi lokal, mengingat hasil panen yang melimpah serta sistem pengelolaan yang kini lebih modern dan teredukasi.
Di atas lahan seluas 90 are (0,9 Ha), Sahabuddin selaku pemilik (owner) sekaligus penggerak kelompok, berhasil membuktikan bahwa pengelolaan yang intensif mampu menghasilkan angka produksi yang luar biasa. Dengan padat tebar mencapai 60.000 ekor, panen kali ini mencatatkan angka produksi sebesar 12,3 ton.
”Alhamdulillah, ini adalah panen pertama yang terbesar. Dengan waktu pemeliharaan kurang lebih 3 bulan, kita berhasil mencapai hasil produksi sekitar 12.320 kg dengan ukuran (size) 3-5 ekor per kilogram,” ujar Sahabuddin di lokasi panen.
Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara masyarakat dan pemerintah. Program ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Sahabuddin menjelaskan bahwa kelompoknya mendapatkan pembinaan langsung dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep. Sebanyak 50 orang masyarakat setempat dilibatkan, yang terdiri dari gabungan petani tambak nila, bandeng, dan udang.
”Kami berterima kasih kepada Dinas Perikanan dan Pak Bupati atas dukungan kerja nyatanya. Kami ingin Pangkep benar-benar menjadi percontohan budidaya ikan nila di Sulawesi Selatan melalui edukasi dan pendampingan teknis yang tepat,” tambahnya.
Berdasarkan data teknis, budidaya ini menunjukkan nilai ekonomi yang sangat positif dengan estimasi Survival Rate (SR) sebesar 80%. Berikut adalah rincian kalkulasi panen Pokdakan Maju Bersama Merah Putih.
Total produksi 12.320 kg dengan harga jual Rp.26.000 – Rp.35.000/kg dengan perkiraan hasil penjualan Rp.347.360.000, biaya pakan Rp.53.100.0000 (5.310 kg)
Dengan harga pasar yang stabil dan cenderung tinggi, Sahabuddin menyebutkan keuntungan yang didapat sangat signifikan. Dari modal sekitar Rp80 juta, hasil yang diperoleh bisa mencapai lebih dari dua kali lipat, yang ia istilahkan sebagai titik keuntungan yang sangat baik bagi kesejahteraan keluarga anggota kelompok.
Ikan nila hasil budidaya dari Segeri ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga telah merambah pasar di berbagai wilayah di Sulawesi Selatan hingga ke Sidrap dan lintas provinsi.
Meski sempat menghadapi kendala dalam merubah pola pikir masyarakat dari cara budidaya tradisional ke metode yang lebih modern, Sahabuddin optimis bahwa dengan pembinaan berkelanjutan, Pangkep akan menjadi pusat edukasi dan produksi nila yang diperhitungkan di tingkat nasional.(bora)





