BARRU,– Sebagai upaya membentengi generasi muda dari tantangan polarisasi dan derasnya arus informasi, Institut Teknologi Bisnis dan Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru bekerja sama dengan MPR RI menggelar Seminar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan pada Rabu (17/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Kabupaten Barru ini menghadirkan Anggota DPR/MPR RI Fraksi PKB Dapil Sul-Sel II, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si, sebagai pemateri utama. Acara ini juga dihadiri oleh Rektor ITBA Al Gazali Barru, Prof. Dr. H. Kamaruddin Hasan, M.Pd, serta tokoh-tokoh pemuda dan akademisi.
Pemuda sebagai Benteng Persatuan
Dalam laporan pelaksanaannya, Penanggung Jawab Kegiatan, Dr. Kasmiah Ali, S.Sos., M.A.P, menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan ruang penguatan wawasan bagi pemuda terdidik.
”Pemuda terdidik adalah benteng negara. Di tengah tantangan integritas bangsa hari ini, mereka harus mampu menjaga persatuan dengan nalar ilmiah dan menggerakkan perubahan dengan etika,” ujar Dr. Kasmiah dalam sambutannya.
Kolaborasi Lintas Organisasi
Seminar ini menarik perhatian besar dengan kehadiran sekitar 100 peserta yang merepresentasikan kekuatan intelektual dan aktivis di Barru. Tercatat, pimpinan dan kader dari berbagai organisasi besar turut hadir, di antaranya:
- KNPI Kabupaten Barru dan Karang Taruna.
- Organisasi kedaerahan Gappembar.
- Organisasi mahasiswa ekstra-kampus (HMI dan PMII).
- BEM ITBA Al Gazali Barru beserta jajaran civitas akademika.
Nilai Fundamental Bernegara
Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si, dalam paparan materinya menekankan pentingnya internalisasi nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Beliau mengajak mahasiswa dan pemuda untuk menjadikan 4 Pilar ini sebagai kompas dalam berorganisasi dan bermasyarakat.
Rektor ITBA Al Gazali Barru, Prof. Kamaruddin Hasan, turut menyambut baik inisiatif ini. Beliau berharap kolaborasi antara lembaga legislatif dan institusi pendidikan terus terjalin demi melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Komitmen Nyata
Kegiatan ditutup dengan harapan agar pemahaman konseptual yang didapatkan peserta dapat bertransformasi menjadi komitmen nyata di lapangan. Panitia menekankan bahwa keberhasilan seminar ini akan terlihat dari sejauh mana semangat toleransi dan persatuan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus dan masyarakat Barru.





