TAKALAR — Dosen Jurusan Pendidikan IPA, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pengembangan Multimedia Interaktif bagi Guru IPA Kabupaten Takalar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026, di SMP Negeri 2 Takalar dan diikuti sekitar 50 guru IPA dari berbagai sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Takalar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran IPA di era digital.
Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri oleh Rusdianto, S.Pd., M.Sc., selaku Ketua MGMP IPA UPT SMP Kabupaten Takalar, serta Ketua Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM, Prof. Dr. Ramlawati, M.Si. Kehadiran pimpinan dan mitra tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.

Ketua tim pengabdian, Ahmad Zuhudy Bahtiar, M.Pd., menjelaskan bahwa perkembangan AI memberikan peluang besar bagi guru untuk menghasilkan media pembelajaran secara lebih cepat dan kreatif.
“Guru tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Di era AI, guru perlu didorong menjadi kreator konten pembelajaran yang mampu memanfaatkan teknologi secara kreatif, pedagogis, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menurutnya, pembelajaran IPA memiliki karakteristik yang membutuhkan visualisasi dan pengalaman belajar yang interaktif. Berbagai konsep seperti sistem organ, reaksi kimia, perubahan energi hingga fenomena astronomi sering kali sulit diamati secara langsung sehingga membutuhkan dukungan media pembelajaran yang mampu mengkonkretkan konsep-konsep tersebut.
Tim pengabdian mengidentifikasi bahwa sebagian guru IPA masih menghadapi keterbatasan dalam mengintegrasikan multimedia interaktif ke dalam pembelajaran. Keterbatasan waktu, beban administrasi, serta persepsi bahwa pengembangan media digital membutuhkan keterampilan teknis yang kompleks menjadi beberapa tantangan yang dihadapi guru.

Melalui pelatihan tersebut, para guru tidak hanya mendapatkan materi mengenai konsep media pembelajaran, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung atau learning by doing dalam mengembangkan multimedia interaktif.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah Canva AI Code, yang memungkinkan pengguna membuat berbagai elemen interaktif melalui instruksi berbasis teks tanpa harus menulis kode pemrograman secara manual. Guru juga diperkenalkan pada pemanfaatan ChatGPT untuk melakukan brainstorming ide, menyusun skenario media, merancang alur navigasi, hingga membantu mengembangkan konten pembelajaran.
Dalam praktiknya, peserta diarahkan untuk menghasilkan berbagai bentuk media pembelajaran, seperti presentasi interaktif, simulasi sederhana, LKPD interaktif, dan kuis interaktif.
Ketua MGMP IPA UPT SMP Kabupaten Takalar, Rusdianto, S.Pd., M.Sc., menyambut baik kegiatan tersebut. Kolaborasi antara MGMP IPA Kabupaten Takalar dan Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM diharapkan dapat memberikan ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional sekaligus mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM. Berdasarkan proposal kegiatan, tim pengabdian terdiri atas Ahmad Zuhudy Bahtiar, M.Pd. sebagai ketua, bersama Drs. Hasanuddin, M.Si., Rifda Nur Hikmahwati Arif, S.Pd., M.Pd., dan Syarful Annam, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan mahasiswa dalam aspek analisis dan dokumentasi kegiatan.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tatap muka. Guru didorong untuk mengembangkan dan menerapkan multimedia interaktif yang telah dibuat dalam pembelajaran di sekolah masing-masing.
Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam pemanfaatan teknologi AI sekaligus menghasilkan produk multimedia pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara nyata dalam proses pembelajaran IPA.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini guru tidak hanya mengetahui bahwa AI dapat digunakan dalam pendidikan, tetapi benar-benar mampu menghasilkan media pembelajaran yang dapat digunakan di kelas. Dengan demikian, teknologi AI menjadi alat untuk memperkuat peran guru, bukan menggantikan peran guru,” tambah Ahmad.
Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Universitas Negeri Makassar, Jurusan Pendidikan IPA FMIPA UNM, dan MGMP IPA SMP Kabupaten Takalar dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.
Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan pengembangan produk pembelajaran berbasis teknologi sehingga guru IPA di Kabupaten Takalar semakin siap menghadapi transformasi pendidikan di era kecerdasan buatan.





