Suara Bangsa

​Pilkades Serentak Barru 25 Mei, Polres Matangkan Strategi Pengamanan dan Respons Cepat 110

BARRU,– Kepolisian Resor Barru siap mengamankan jalannya pemilihan kepala desa serentak se-Kabupaten Barru yang akan dihelat 25 Mei mendatang. Hal tersebut diungkap Kapolres AKBP Ananda Fauzi Harahap, S.I.K., M.H saat memimpin pelaksanaan rapat analisa dan evaluasi Kamtibmas bersama Kapolsek jajaran dan sejumlah pejabat utama, Senin (18/05/2026).

Dalam arahannya, Kapolres Barru menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama tahapan Pilkades berlangsung. Ia meminta seluruh jajaran untuk meningkatkan deteksi dini, memperkuat patroli dialogis, serta menjalin komunikasi aktif dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan panitia penyelenggara di masing-masing desa.

“Pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi masyarakat di tingkat desa yang harus dijaga bersama agar berlangsung aman, damai, dan kondusif. Seluruh personel diharapkan mampu bertindak profesional, humanis, serta menjaga netralitas Polri,” tegas Kapolres.

Selain membahas perkembangan situasi kamtibmas terkini, dalam kegiatan Anev tersebut juga dibahas langkah-langkah pengamanan Pilkades, mulai dari pemetaan potensi kerawanan, penguatan pengamanan terbuka dan tertutup, hingga kesiapan personel dalam pelaksanaan pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kapolres Barru juga memberikan penekanan khusus terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui Call Centre 110 Polri. Seluruh jajaran diminta agar responsif dalam menerima laporan maupun pengaduan masyarakat, serta memastikan setiap informasi yang masuk dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.

“Optimalisasi layanan Call Centre 110 menjadi salah satu bentuk pelayanan prima Polri kepada masyarakat. Saya minta seluruh personel meningkatkan respons cepat terhadap setiap laporan warga sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.

Selain itu, para Kapolsek jajaran diinstruksikan untuk terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat guna mencegah terjadinya konflik sosial maupun penyebaran informasi yang dapat memicu gangguan keamanan menjelang Pilkades.

Berita Terkait
Berita Populer